Hukum Pareto 80/20 dalam Kehidupan Manusia

Pareto icon on cement concept background.

Apakah itu hukum Pareto? Setiap manusia di dunia hidup dalam 1 kesatuan dan membentuk sistem kehidupan yang terus berjalan. Sebagian mengambil peran sebagai atasan dan sebagian lainnya menjadi bawahan. Sebagian akhirnya mendapatkan kesuksesan, namun lebih banyak lagi yang masih merangkak dari kegagalan.

Namun pernahkah kalian mendengar, terdapat formula khusus tentang perbandingan antara segala hal yang ada di dunia ini. Diungkapkan oleh seorang ekonom yang dikenal sebagai Vilfredo Pareto, bahwa sebenarnya manusia hidup dalam sebuah perbandingan 80/20.

Contoh sederhananya, percayakah kalian bahwa sebenarnya kita hanya perlu memaksimalkan 20% dari usaha kita untuk mencapai 80% kesuksesan dalam hidup kita? Mungkin sebagian orang akan menolak pemikiran ini, namun ternyata Pareto dengan fakta temuannya berhasil membuka mata jutaan orang tentang besarnya manfaat memahami prinsip 80/20 tersebut.

Sejarah di Balik Hukum Pareto

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa dan bagaimana penerapan Hukum Pareto, akan lebih menyenangkan jika kita mengetahui sejarah terciptanya hukum 80/20 tersebut.

Hukum Pareto atau yang dikenal juga dengan istilah bemacam-macam yakni the 80–20 rule (hukum 80/20), The Law of The Vital Few atau The Principle of Factor Sparsity, merupakan sebuah pemikiran dari seorang konsultan manajemen bernama Joseph M. Juran. Di sinilah yang sering kali banyak disalah artikan, dalam lain sumber Gunanusa Manajemen menemukan bahwa Hukum Pareto dicetuskan oleh seorang ekonom berkebangsaan Italia, Vilfredo Pareto.

Yang tepat adalah konsep Hukum Pareto pertama kali diungkap oleh Joseph M. Juran. Namun memang benar, lahirnya konsep tersebut didasarkan hasil penelitian ekonom Vilfredo Pareto pada tahun 1896. Kala itu Pareto tengah mengadakan sebuah penelitian berjudul “Cours d’économie politique” di University of Lausanne.

Dalam penelitian tersebut, Pareto membeberkan fakta bahwa 80% luas tanah di Italia sebenarnya dimiliki hanya 20% dari warganya. Tidak hanya dalam bidang tata kelola perkotaan, bahkan dari hasil bumi wilayah setempat ternyata 80% hasil produk kacang lokal berasal hanya dari 20% dari seluruh total ladang tanaman kacang di sana.

Inilah yang menjadi inti dari Hukum Pareto yakni adanya sebuah hubungan matematis dimana 80% reaksi sebenarnya dihasilkan hanya dari 20% aksi yang dilakukan. Beberapa waktu berselang, Joseph M. Juran merangkumnya menjadi Hukum Pareto yang lebih bersifat universal. Dirinya sangat yakin bahwa konsep 80/20 tersebut bisa diterapkan dalam berbagai elemen kehidupan manusia, mulai sosial, budaya, ekonomi dan lain-lain.

Hukum Pareto Sebagai Sebuah Nilai Hidup

Di dalam Hukum Pareto dinyatakan ada hubungan sebab akibat yang erat antara hukum tersebut dengan kehidupan manusia. Pareto sendiri yakin bahwa konsep 80/20 bisa menjadi sebuah nilai hidup bagi manusia.

Sebagai ilustrasi, percayakah rekan-rekan bahwa 80% dari kesuksesan yang telah atau akan Anda peroleh merupakan hasil dari 20% usaha Anda selama ini. Artinya adalah hanya ada 20% dari tindakan dan pemikiran dalam hidup kita yang harus lebih dimaksimalkan untuk mendapatkan 80% keberhasilan. Ada 20% dari waktu dalam hidup kita yang harus lebih dimaksimalkan, karena dari 20% waktu itu tersembunyi 80% kesuksesan dalam hidup kita.

Secara sederhana, Hukum Pareto mengajak kita untuk lebih mempertajam intuisi dan mencari 20% usaha tersebut. Bayangkan efektifitas waktu, tenaga, fikiran yang bisa kita peroleh jika kita berhasil menemukan 20% sebab tersebut. Kemudian kita bisa memaksimalkannya untuk mencapai 80% kesuksesan dalam hidup kita.

Hukum Pareto dalam Kehidupan Manusia

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Hukum Pareto yang disusun oleh Juran mengusung konsep universal yang artinya adalah dapat diaplikasikan pada banyak hal. Bukan hal dalam hal pengembangan diri seperti yang kita bahas di atas, lebih luas lagi kita bisa melihat kelebihan hukum 80/20 dalam banyak bidang lain.

Sebagai contoh lain yang bersifat global pada tahun 1992, data nilai pengahasil dari seluruh penduduk di dunia menunjukkan bahwa sekitar 82% dari total seluruh kekayaan yang ada di dunia sebenarnya dikuasai oleh 20% populasi manusia yang termasuk golongan kaya. Sedangkan sesinya 80% manusia hanya mendapatkan bagian tak lebih dari 20% dari total kekayaan yang ada.

Sebenarnya jika telisik lebih dalam lagi masih banyak fakta menarik yang mendukung konsep 80/20 ini. Dan sebagai manusia, kita boleh percaya atau boleh juga tidak tentang adanya konsep 80/20 tersebut. Namun yang pasti, jika kita bisa memahami “keajaiban” konsep 80/20, sebenarnya kita bisa lebih memaksimalkan diri, memaksimalkan potensi tenaga dan waktu yang kita miliki.

sumber: https://www.maxmanroe.com/hukum-pareto.html

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: ?