Prinsip dan Klasifikasi Material Handling Serta Peralatan Material Handling

Prinsip-prinsip Materials Handling
Dalam memilih jenis MHE sesuai kebutuhan materials handling, perusahaan perlu memerhatikan prinsip-prinsip desain dan sistem materials handling sebagai berikut :

  • Planning principle. dengan menetapkan kebutuhan operasional, tujuan, sasaran, kinerja, spesifikasi, dan metode materials handling yang memenuhi dimensi movementtimequantity, dan space.
  • Standardization principle. material handling equipment ada baiknya didesain dengan standardisasi dan terintegrasi antara peralatan, sistem aplikasi, dan operator demi mencapai kinerja produktivitas yang tinggi, dan tetap mempertahankan fleksibilitas dan modularity.
  • Work principle. material handling equipment dapat beroperasi dengan produtivitas yang tinggi dan mudah untuk dioperasikan sesuai service level yang ditetapkan.
  • Ergonomic principle. Prinsip ergonomic penting untuk memastikan operator material handling equipment aman dan nyaman dalam mengoperasikannya serta menunjang produktivitas yang tinggi, tidak cepat lelah.
  • Unit load principle. material handling equipment dapat menunjang material dengan ukuran dan dimensi yang sesuai untuk kelancaran aliran pergerakan material.
  • Space utilization principle. Pengoperasian MHE dengan tempat  yang tersedia secara efisien dan efektif.
  • System principle. MHE terintegrasi dengan sistem operasi logistik, mulai dari bagian penerimaan, pengawasan, penyimpanan, produksi, perakitan, packagingunitizingorder selection, pengiriman, transportasi, dan penanganan retur. sehingga pencatatan lebih baik.
  • Automation principle. MHE menggunakan metode mekanisasi, semiotomasi, atau full automated, demi meningkatkan efisiensi operasional, responsive, andal, dan memungkinkan dapat mengeliminasi pekerjaan yang berulang dan tidak efisien hingga mengurangi risiko keamanan dan keselamatan tenaga kerja.
  • Environmental principle. Prinsip ini mengharuskan MHE dapat dioperasikan dengan pemakaian energi yang sehemat mungkin, pengembangan teknologi MHE dengan energi yang terbarukan, serta pemilihan material MHE yang ramah lingkungan.
  • Life cycle cost principle. Secara keseluruhan biaya selama pemakaian MHE (total cost ownership) paling efisien.

Klasifikasi MHE
Sesuai pengkategorian jenis MHE menurut The College-Industry Council of Material Handling Education, jenis MHE diklasifikasikan sesuai fungsinya dalam materials handling.

  • Materials transport equipment. MHE transport digunakan untuk memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lain dalam DCs. MHE ini dimaksudkan untuk memperbaiki aliran produk dengan meminimalkan effort tenaga kerja dan menurunkan dwelling time. Jenis MHE transport antara lain: pallet jack, gravity conveyor, gantry crane, forklift truck, belt conveyor, dan jib crane.
  • Product positioning equipment. MHE product positioning digunakan untuk handle material pada single location, agar posisi material benar untuk handling berikutnya, machining, transport, atau penyimpanan. Contoh MHE product positioning adalah scissor lift table, rigid-link manipulator, dan industrial robot.
  • Unit load formation equipment. MHE ini akan menjaga material tetap dalam satu kesatuan unit load. Contoh: pallet, wire bin container, dan rolling cart.
  • Storage equipment: MHE storage untuk penyimpanan material dalam waktu tertentu secara ekonomis. Contoh MHE storagedrive truck rack, mezzanine, automated storage and retrieval system, dan vertical carrousel.

Materials handling diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kerja di DCs. Pemilihan jenis, metode, teknologi MHE sesuai kebutuhan operasional, dan jenis material secara tepat merupakan keputusan penting manajer dalam meningkatkan kinerja logistik perusahaan.

Manajer harus memahami jenis, fungsi, penggunaan MHE, dan total cost ownership selama pengoperasionalan MHE untuk meningkatkan kinerja logistik perusahaan secara keseluruhan.

Peralatan-Peralatan Penanganan Bahan (Material Handling Equipments)

Pada umumnya, Peralatan penanganan bahan atau Material Handling Equipments dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu Peralatan Jalur Tetap dan Peralatan Jalur Variabel.

  • Peralatan Jalur Tetap (Fixed Path Equipment), Peralatan Jalur Tetap atau Fixed Path Equipments adalah Peralatan yang bergerak di jalur tetap seperti Conveyor, perangkat monorail dan peralatan peluncuran.
  • Peralatan Jalur Variabel (Variable Path Equipment), Peralatan Jalur Variabel atau Variable Path Equipment Peralatan bergerak yang tidak memiliki batasan dalam arah gerak. Peralatan tersebut diantaranya seperti Truk, forklift, Crane dan traktor.

Selain digolongkan menjadi Fixed Path (Jalur Tetap) and Variable Path (Jalur Variabel), Peralatan-peralatan Penanganan Material juga dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori utama yaitu :

1. Conveyor

Conveyor atau Konveyor digunakan untuk mengantarkan material atau bahan dari 2 titik tempat kerja yang tetap. Conveyor biasanya digunakan di operasional produksi yang terus-menerus atau produksi massal. Terdapat beberapa jenis conveyor yaitu conveyor roller, conveyor roda dan conveyor sabuk. Keputusan untuk menggunakan Conveyor harus dipertimbangkan dengan baik dan hati-hati karena biaya pemasangan conveyor cukup tinggi dan juga kurang fleksibel.

2. Truk Industri (Peralatan Mobil)

Truk Industri lebih fleksibel jika dibandingkan dengan Conveyor karena dapat bergerak di antara berbagai titik dan tidak secara permenen diletakan di tempat yang tetap. Truk Industri ini cocok untuk produksi intermitten dan untuk menangani bahan dengan berbagai ukuran dan bentuk. Jenis-jenis truk industi diantaranya seperti truk industri yang didorong dengan tenaga manusia , tenaga listrik maupun tenaga mesin (dengan bahan bakar minyak).

3. Crane dan Hoist (Derek dan Kerekan)

Crane (Derek) adalah sejenis mesin yang umumnya dilengkapi dengan tali pengangkat, tali kawat atau rantai. Crane dapat mengangkat dan menurunkan bahan secara vertikal, kemudian memindahkannya secara horizontal sehingga banyak digunakan untuk mengangkat benda berat dan memindahkannya ke tempat lain. Hoist (Kerekan) adalah alat yang digunakan untuk mengangkat dan menurunkan beban melalui drum atau roda angkat di sekitar tali atau rantai yang dibungkus. Seiring dengan perkembangannya, saat ini terdapat Hoist yang dioperasikan secara manual maupun yang dioperasikan oleh tenaga listrik. Hoist biasanya digunakan dalam ruangan (indoor) sedangkan Crane (Krane) banyak digunakan di luar ruangan (outdoor). Crane dan Hoist ini dapat digunakan di produksi yang sifatnya intermittent (putus-putus) ataupun Continue (terus-menerus).

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonCall for More Info
error: ?
WhatsApp WhatsApp us